![]() |
Foto : Saiful Saragih Sekjen DPD GMASI Sumatra Utara. |
Tebingpos.com,
Sumatra Utara, Tebing Tinggi|Sekjen Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerak Masyarakat Anti Korupsi (GMASI) Sumatra Utara, Saiful Saragih menilai, acara debat calon Wali kota dan Wakil wali kota 2024 Tebing Tinggi yang di selenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tebing Tinggi belum maksimal, pasalnya, menurut dia, dari debat pertama hingga yang kedua tidak ada menyinggung tentang pemberantasan korupsi.
" Kita dan masyarakat mengikuti acara debat yang di selenggarakan oleh KPU Tebing Tinggi itu, belom ada sama sekali saya dengar materinya tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi," kata Saiful, Sabtu [10/10/2024], di kantornya yang berada di Jalan Bhakti, No 7, kelurahan Satria, kecamatan Padang Hilir, kota Tebing Tinggi.
Lebih lanjut, Saiful Saragih menjelaskan, Korupsi seharusnya menjadi perioritas, sebab, menurutnya, Korupsilah yang menjadi akar masalah dari semua program-program yang mereka sodorkan ke masyarakat itu.
" Korupsi akar atau inti masalah semuanya ini, semua program yang mereka katakan baik, jika tak di korupsi, apa pun nanti program yang mereka jalankan setelah terpilih menjadi wali kota, jika sistim pencegahan dan pemberantasan korupsi tidak di lakukan, maka program-program tersebut tidak akan sampai dengan maksimal ke masyarakat, sia-sia, membuat masyarkat jadi sengsasara, korupsi menyengsarakan masyarakat," imbuhnya.
Oleh sebab itu, dia meminta, agar KPU Tebing Tinggi memperioritaskan materi debat tentang pencegahan dan pemberatasan Korupsi.
" Kita meminta di debat yang ke tiga, KPU mengkayakan materi pemberantasan dan pencegahan korupsi, agar kita dan masyarakat Tebing Tinggi mendengar apa yang akan dilakukan ke tiga calon wali kota itu dalam pemberantas dan pencegahan korupsi," tutupnya.
Penulis : Idros Romeo/Sawal Romeo